Senin, 25 Juli 2022

TAHUN BARU ISLAM


 Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H Jatuh Tanggal Berapa, 30 Atau 31 Juli? 




Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Islam (Hijriyah). Dalam Islam, Muharram termasuk bulan yang disucikan (dimuliakan) bersama tiga bulan haram lainnya. Foto/Ist 


Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah sebentar lagi akan kita masuki. Hari ini merupakan pekan terakhir bulan Dzulhijjah bertepatan Senin 25 Dzulhijjah (25/7/2022) menurut kalender hasil sidang Isbat Kementerian Agama RI.


Sampai saat ini Kementerian Agama (Kemenag) belum mengumumkan 1 Muharram jatuh hari apa, apakah Sabtu 30 Juli atau Ahad 31 Juli 2022. Hal ini memunculkan tanda tanya dan spekulasi di tengah masyarakat muslim. 


Selain menjadi hari libur nasional, penetapan 1 Muharram erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah puasa seperti puasa Asyura yang jatuh 10 Muharram. Sebelumnya, Pemerintah melalui Kemenag telah menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh Hari Jumat, 1 Juli 2022. Apakah tanggal 1 Muharram juga akan bergeser? 


Jika mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang telah dirilis, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2002. Tanggal ini juga sama dengan kalender Islamic Global yang menetapkan Tahun baru Islam 1444 Hijriyah jatuh 30 Juli 2022. 


Namun, jika merujuk ketetapan Pemerintah (Kemenag) terkait awal Dzulhijjah pada 1 Juli 2022, maka Tahun Baru Islam 1 Muharram jatuh Hari Ahad, 31 Juli 2022 atau bulan Dzulhijjah digenapkan menjadi 30 hari. 


Keistimewaan Bulan Muharram 

Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah Ayat 36, Allah mengabarkan keistimewaan bulan Muharram yang wajib diagungkan bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Bulan ini dijuluki Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang disucikan). 


Pada bulan ini umat Islam diperintahkan memperbanyak amal saleh untuk menghormati bulan ini. Yang membuat Muharram menjadi istimewa karena di dalamnya terdapat satu hari yang dimuliakan atau dikenal dengan nama Hari Asyura (10 Muharram). 


Dalam satu riwayat, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: "Puasa paling afdhol setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, Al-Muharram." (HR An-Nasai) 


Asyura merupakan hari paling suci di antara semua hari pada bulan tersebut. Ketika Nabi datang ke Madinah, beliau berpuasa pada Hari 'Asyura dan mengarahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari itu. Tetapi ketika puasa Ramadhan diwajibkan, puasa pada hari itu hukumnya menjadi sunnah. 


Keistimewaan Puasa 'Asyura ini sebagaimana sabda Beliau: "Dan puasa di hari 'Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim) 


Baca Juga: Makna Syahrullah Serta Keutamaan Bulan Muharram Bagi Umat Muslim (rhs)



Jumat, 22 Juli 2022

Bahayanya Sering Menunda Shalat

Sering Menunda Shalat? Ini Bahayanya Bagi Seorang Muslim


Bersegeralah dalam hal muamalah, ibadah dan ketaatan, serta berusahalah agar jangan telat dalam beramal shaleh. Sebab, telat kerap identik dengan sesuatu yang negatif serta memiliki dampak buruk yang beragam. Dan tahukah muslimah, bahwa ada satu jenis telat yang jauh lebih berbahaya. Yakni telat shalat . Azab Allah Ta'ala berupa datangnya semua kesulitan akan menimpa seorang muslim jika sering menunda shalat.
Baca juga: Shalat Tepat Waktu sebagai Amalan Terbaik
Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam memperhatikan ada sebagian sahabatnya yang telat dari shaf awal. Maka Beliau pun bersabda :
“Majulah dan isilah shaf depan. Bermakmumlah di belakangku. Jamaah di shaf berikutnya mengikuti shaf depannya. Orang yang terbiasa telat shalat, pasti akan dihukum oleh Allah menjadi telat (dalam segala urusannya)”. (HR. Muslim).
Tahapan Keterlambatan Shalat
Setan secara bertahap menyesatkan manusia. Mungkin awalnya sekadar tidak mendapatkan shaf pertama. Berikutnya akan ketinggalan takbiratul ihram imam. Di tahap berikutnya akan masbuk, alias ketinggalan rakaat shalat. Lama kelamaan tidak berangkat ke masjid. Ujung-ujungnya bisa hingga level meninggalkan shalat. Na’udzubillah min dzalik.
Dampak Buruk Telat Shalat
Banyak orang mengeluh mengapa urusannya serba susah? Mengapa telat rezekinya? Mengapa telat dikabulkan doanya? Mengapa telat pahamnya terhadap ilmu? Lalu, mengapa telat sembuh dari penyakit yang dideritanya? Berbagai kesulitan di tersebut adalah efek negatif dari kebiasaan dia telat shalat .
Menurut ustad dari kajian sunah, Ustadz Abdullah Zein, berbagai dampak buruk di atas belum ada apa-apanya. Masih ada keterlambatan yang lebih mengerikan, yakni telat masuk surga. Sebab harus mendekam dahulu di neraka dalam waktu yang lama.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda :
“Orang yang terbiasa telat dari shaf pertama, dia akan ditelatkan untuk keluar dari neraka”. (HR. Abu Dawud).
Biasakan Lebih Awal
Terdapat keutamaan yang besar dari bersegera menuju ke masjid. Hal ini karena siapa saja yang keluar menuju masjid untuk shalat berjamaah, maka dia dinilai sedang shalat, baik waktu perjalanannya ke masjid itu lama ataupun hanya sebentar.
Hal ini ditunjukkan oleh hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ ، لاَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا الصَّلاَةُ “

Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama shalat itu menahannya (dia menanti palaksanaan shalat, pent.). Di mana tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, seorang muslim seharusnya menjadikan ibadah shalat sebagai prioritas hariannya. Selalu berusaha menjalankannya di awal waktu. Jika memungkinkan berangkatlah ke masjid sebelum adzan dikumandangkan.
Bila belum bisa, begitu terdengar panggilan muadzin, tinggalkan seluruh aktivitas duniawi. Buatlah target untuk tidak ketinggalan takbiratul ihram imam. Semoga seluruh urusan duniawi dan ukhrawi kita dilancarkan Allah Ta’ala.
Wallahu A'lam

6
Orang dijangkau
0
Interaksi
Skor distribusi
Suka
Komentari
Bagikan

Kajian Tafsir Al Qur'an

  https://www.youtube.com/watch?v=_f7kfKYccb0&t=49s