https://www.youtube.com/watch?v=_f7kfKYccb0&t=49s
Tempatnya para Lansia mencari informasi, tempat curhat, tempat berbagi kebahagian, tempat berbagi ilmu, tempat berbagi pengalaman, tempatnya saling membantu dan berbagi kasih sayang dimasa tua
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H Jatuh Tanggal Berapa, 30 Atau 31 Juli?
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah sebentar lagi akan kita masuki. Hari ini merupakan pekan terakhir bulan Dzulhijjah bertepatan Senin 25 Dzulhijjah (25/7/2022) menurut kalender hasil sidang Isbat Kementerian Agama RI.
Sampai saat ini Kementerian Agama (Kemenag) belum mengumumkan 1 Muharram jatuh hari apa, apakah Sabtu 30 Juli atau Ahad 31 Juli 2022. Hal ini memunculkan tanda tanya dan spekulasi di tengah masyarakat muslim.
Selain menjadi hari libur nasional, penetapan 1 Muharram erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah puasa seperti puasa Asyura yang jatuh 10 Muharram. Sebelumnya, Pemerintah melalui Kemenag telah menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh Hari Jumat, 1 Juli 2022. Apakah tanggal 1 Muharram juga akan bergeser?
Jika mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang telah dirilis, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2002. Tanggal ini juga sama dengan kalender Islamic Global yang menetapkan Tahun baru Islam 1444 Hijriyah jatuh 30 Juli 2022.
Namun, jika merujuk ketetapan Pemerintah (Kemenag) terkait awal Dzulhijjah pada 1 Juli 2022, maka Tahun Baru Islam 1 Muharram jatuh Hari Ahad, 31 Juli 2022 atau bulan Dzulhijjah digenapkan menjadi 30 hari.
Keistimewaan Bulan Muharram
Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah Ayat 36, Allah mengabarkan keistimewaan bulan Muharram yang wajib diagungkan bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Bulan ini dijuluki Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang disucikan).
Pada bulan ini umat Islam diperintahkan memperbanyak amal saleh untuk menghormati bulan ini. Yang membuat Muharram menjadi istimewa karena di dalamnya terdapat satu hari yang dimuliakan atau dikenal dengan nama Hari Asyura (10 Muharram).
Dalam satu riwayat, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: "Puasa paling afdhol setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, Al-Muharram." (HR An-Nasai)
Asyura merupakan hari paling suci di antara semua hari pada bulan tersebut. Ketika Nabi datang ke Madinah, beliau berpuasa pada Hari 'Asyura dan mengarahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari itu. Tetapi ketika puasa Ramadhan diwajibkan, puasa pada hari itu hukumnya menjadi sunnah.
Keistimewaan Puasa 'Asyura ini sebagaimana sabda Beliau: "Dan puasa di hari 'Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim)
Baca Juga: Makna Syahrullah Serta Keutamaan Bulan Muharram Bagi Umat Muslim (rhs)
Mengapa Tak Ada Ayat dalam Al-Qur'an yang Membicarakan Wujud Tuhan? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur'an, Prof Dr KH Muhammad Quraish Shihab mengatakan kata "Allah" dalam Al-Qur'an terulang sebanyak 2.697 kali. Belum lagi kata-kata semacam Wahid, Ahad, Ar-Rab, Al-Ilah, atau kalimat yang menafikkan adanya sekutu bagi-Nya baik dalam perbuatan atau wewenang menetapkan hukum, atau kewajaran beribadah kepada selain-Nya serta penegasian lain yang semuanya mengarah kepada penjelasan tentang tauhid.
"Kalau kita membuka lembaran-lembaran Al-Qur'an, hampir tidak ditemukan ayat yang membicarakan wujud Tuhan," kata Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Syaikh Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Al-Islam wa Al-'Aql juga menegaskan bahwa, "Jangankan Al-Quran, Kitab Taurat, dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menguraikan tentang wujud Tuhan." Ini disebabkan karena wujud-Nya sedemikian jelas, dan "terasa" sehingga tidak perlu dijelaskan.
Quraish Shihab mengatakan Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan ada dalam diri setiap insan, dan bahwa hal tersebut merupakan fitrah (bawaan) manusia sejak asal kejadiannya. Demikian dipahami dari firman-Nya dalam surat Al-Rum (30): 30.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tiada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Dalam ayat lain dikemukakan, bahwa:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menyaksikan'" ( QS Al-A'raf [7] : 172).
Baca juga: Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Quraish Shihab mencontohkah, apabila Anda duduk termenung seorang diri, pikiran mulai tenang, kesibukan hidup atau haru hati telah dapat teratasi, terdengarlah suara nurani, yang mengajak Anda untuk berdialog, mendekat bahkan menyatu dengan suatu totalitas wujud Yang Maha mutlak.
Suara itu mengantar Anda untuk menyadari betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya. Dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang Mahaagung itu. Suara yang Anda dengarkan itu, adalah suara fitrah manusia.
Setiap orang memiliki fitrah itu, dan terbawa serta olehnya sejak kelahiran, walau seringkali-karena kesibukan dan dosa-dosa- ia terabaikan, dan suaranya begitu lemah sehingga tidak terdengar lagi.
Akan tetapi, bila diusahakan untuk didengarkan, kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa, maka akan hilanglah segala ketergantungan kepada unsur-unsur lain kecuali kepada Allah semata, tiada tempat bergantung, tiada tempat menitipkan harapan, tiada tempat mengabdi kecuali kepada-Nya.
La haula wa la quwwata illa billahi-'Aliyyil-'Azhim (Tiada daya untuk memperoleh manfaat, tiada pula kuasa untuk menolak mudarat, kecuali bersumber dari Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung). "Dan dengan demikian tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram, tiada pula rasa sedih yang akan mencekam," ujarnya.
Menurut Quraish Shihab, sesungguhnya orang-orang yang berkata (berprinsip) bahwa Tuhan Pemelihara kami adalah Allah, serta istiqamah dengan prinsip itu, akan turun kepada mereka malaikat (untuk menenangkan mereka sambil berkata) "Jangan takut, jangan bersedih, berbahagialah kalian dengan surga yang dijanjikan" ( QS Fushshilat [41] : 30)
"Orang-orang yang beriman dan jiwa mereka menjadi tenteram karena mengingat Allah. Memang hanya dengan mengingat Allahlah jiwa menjadi tenteram" ( QS Al-Ra'd [13] : 28).
Memang boleh jadi ada saat-saat dalam hidup ini -singkat atau panjang- di mana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya, bahkan boleh jadi keraguan tersebut mengantarnya untuk menolak kehadiran Tuhan dan menanggalkan kepercayaannya, tetapi ketika itu keraguannya akan beralih menjadi kegelisahan, khususnya pada saat-saat ia merenung.
Baca juga: Keunggulan Al-Qur'an dan Makna Iqra Menurut Quraish Shihab
Manusia Ateis
Quraish Shihab mengatakan bahwa hampir tidak ditemukan ayat yang membicarakan tentang wujud Tuhan. Ini, karena harus diakui bahwa ada beberapa ayat Al-Qur'an yang dapat dipahami sebagai berbicara tentang wujud Tuhan, dan ada pula beberapa ayat yang mengisyaratkan adanya segelintir manusia yang ateis.
Misalnya, Allah berfirman:
"Dan mereka berkata, 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.'" ( QS Al-Jatsiyah [45] : 24)
Namun seperti bunyi lanjutan ayat di atas: "Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, dan mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja."
Menurut Quraish Shihab, bahkan boleh jadi kita dapat berkata bahwa mereka yang tidak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang kehabisan akal dan keras kepala ketika berhadapan dengan satu kenyataan yang tidak sesuai dengan "nafsu kotornya" itu.
Quraish Shihab menjelaskan yang demikian dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim a.s. dan penguasa masanya (Namrud) ( QS Al-Baqarah [2] : 258), atau Fir'aun ketika berhadapan dengan Musa a.s. yang bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?" ( QS Al-Syu'ara, 126] : 23).
Salah satu bukti bahwa pernyataan ini lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir'aun sendiri ketika ruhnya akan meninggalkan jasadnya. Dalam konteks ini Al-Qur'an, menjelaskan sikap Fir'aun yang ketika itu kembali kepada fitrah, namun sayang dia telah terlambat.
"... hingga saat Fir'aun telah hampir tenggelam, berkatalah dia. 'Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).' Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" ( QS Yunus [10] : 90-91).
Baca juga: Begini Penjelasan Quraish Shihab Soal Kerudung dan Aurat Perempuan
Bersifat Sementara
Quraish Shihab menjelaskan ayat ini sekaligus membuktikan bahwa kehadiran Tuhan merupakan fitrah manusia yang merupakan kebutuhan hidupnya.
Kalaupun ada yang mengingkari wujud tersebut, maka pengingkaran tersebut bersifat sementara. Dalam arti bahwa pada akhirnya -sebelum jiwanya berpisah dengan jasadnya- ia akan mengakui-Nya.
Memang, lanjut Quraish Shihab, kebutuhan manusia bertingkat-tingkat, ada yang harus dipenuhi segera seperti kebutuhan udara, ada yang dapat ditangguhkan untuk beberapa saat, seperti kebutuhan minum.
Kebutuhan untuk makan, dapat ditangguhkan lebih lama daripada kebutuhan minuman. Tetapi kebutuhan pemenuhan seksual bisa lebih lama ditangguhkan daripada kebutuhan makan dan minum; demikian seterusnya.
"Kebutuhan yang paling lama dapat ditangguhkan adalah kebutuhan tentang keyakinan akan adanya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," demikian Quraish Shihab. Baca juga: Quraish Shihab:
Bencana dari Langit, Doa Naik Membumbung ke Atas
Doa Minta Kesembuhan Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Ilustrasi berdoa. Foto Habib Umar Bin Hafizh/ist
Doa minta kesembuhan dari penyakit telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sejak 14 abad lebih lalu. Beliau juga mengajarkan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai penawar dari segala keburukan termasuk obat penyakit.
Allah Ta'ala juga menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah salah satu obat bagi orang-orang beriman. Berikut firman-Nya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian". (QS Al-Isra Ayat 82)
Berikut Doa Minta Kesembuhan yang dinukil dari Al-Qur'an dan Hadis Nabi:
1. Doa Nabi Ayyub
Berikut doa Nabi Ayyub 'alaihissalam yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya Ayat 83. Beliau sembuh dari penyakit yang dideritanya selama belasan tahun berkat doa ini dan izin Allah. Doa ini redaksinya pendek dan mudah dihafal.
اللَّهُمَّ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ
Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin.
"Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
2. Membaca Surah Al-Fatihah
Keutamaan Surah Al-Fatihah sebagai surah pembuka Al-Qur'an dapat menyembuhkan segala penyakit. Al-Fatihah juga disebut sebagai As-Syifa (penawar) dari segala racun. (HR At-Tirmidzi). Dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri RA, sekelompok sahabat ketika safar, mengobati seorang pembesar kampung yang tersengat binatang, lalu meruqyahnya dengan membaca Surah Al-Fatihah. Dengan izin Allah, pembesar kampung itupun sembuh.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Artinya:
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
4. Pemilik hari pembalasan.
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
3. Membaca Doa Ini 7 Kali
Diriwayatkan kepada kami dalam Sahih Muslim dari Utsman bin Abil 'Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu berkata kepadanya: "Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah 3 kali, 'BISMILLAH', Lalu bacalah 7 kali:
أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A'UDZU BILLAHI WA QUDROTIHI MIN SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIRU
"Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai". (HR Muslim)
4. Doa yang Diajarkan Nabi
Doa lain yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allahumma Robban Naasi, adzhibil ba'sa. Isyfi Antas Syaafii. La syafiya illa Anta Syifa-an La Yughodiru Saqmaa.
"Ya Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit." (Muttafaqun 'Alaihi)
Sebenarnya masih banyak doa dan amalan memohon kesembuhan dari sakit. Di antaranya anjuran ulama untuk memperbanyak membaca Sholawat Thibbil Qulub. Berikut lafaznya:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم
Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.
Wallahu A'lam
5 Doa untuk Kesembuhan Orang Tua